Minggu, 05 Agustus 2018

COMPLICATED PRIORITY (?)

Belakangan ini sering nggak terlalu pengen berekspetasi tinggi sama orang lain, khususnya saat janjian sesuatu. Kalau ada yang ngajak traveling jauh, iya in aja. Kalau ada yang ngajak nyoba kulineran di suatu tempat, iya in aja. Kalau ada yang mau ngajak jumpa, iya in aja. Semuanya di iya in aja, tanpa nanya lagi pertanyaan pentingnya, "kapan?"

Kenapa gitu? Mungkin karna udah pengalaman. Akunya udah ngebayangin mau jalan ke mana, mau ngapain aja di sana, makanan apa aja yang mau dicoba, nyari tempat yang enak buat ngobrol lama. Eeeeeh.. ujungnya nggak jelas, bahkan berakhir nggak jadi. Padahal, ntah kenapa seringnya gara-gara dijanjiin gitu, aku nya malah harus sampai batalin janji sama orang lain dulu, yang malahan itu sebenarnya yang lebih jelas.

Awalnya aku masih bisa positive thinking, mungkin mereka lupa, mungkin mereka sibuk. Dan dengan bodohnya masih mau usaha nanya, "yuks la, jadi kapan?"

Dan akhirnya nyadar sendiri, "kok kayaknya malah aku yang ngebet ya? Yang ngajak siapa, yang kehebohan siapa?" Hahahaha

Jadi ya gitu, sekarang udah nggak terlalu ngebet nanya lagi kalo ada yang ngajak jumpaan. Bahkan sama orang-orang yang udah lama nggak jumpa. Takut ujungnya kecewa sendiri. Sekarang nunggu kabar aja, nunggu diajak yang emang udah jelas. Kalau kebetulan pas tiba-tiba ngajak dan akunya yang nggak bisa, ntah kenapa juga nggak terlalu maksain bisa hari itu juga, janjiin besoknya aja.

Ya, sebegitunya sih sekarang. Udah cukup sih kayaknya pengalaman di php in kalau janjian. Mungkin ya balik lagi ke soal prioritas. Mungkin sebenarnya ada yang lebih diprioritaskan mereka.

Dan mungkin karna aku lebih memprioritaskan orang-orang yang sebenarnya nggak memprioritaskan aku, bukannya memprioritaskan orang-orang yang malah sebenarnya memprioritaskan aku.

Life is sooo complicated 🙂🙂🙂

Tidak ada komentar:

Posting Komentar